ANALISIS
PENGARUH MEREK, KUALITAS, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
BOLA
LAMPU/LAMPU PIJAR
A. PENDAHULUAN
B. Latar Belakang Masalah
Berawal dari tahun 1870 Amerika Serikat, Thomas Alva Edison menemukan bola
lampu pijar yang menghasilkan cahaya pijar yang berasal dari nyala filamen, kawat tipis dari tungsten. Saat
dinyalakan, arus listrik memanaskan filamen hingga suhu 2.200 derajat celcius
hingga filamen berpijar. Supaya panas
terkonsentrasi di sekitar filamen, tungsten di tempatkan dalam bola lampu kedap
udara. Sifat boros lampu pijar tersebut mendorong para ilmuwan mencari lampu
pijar yang lebih efisien dalam penggunaannya. Dari sejak saat itulah lampu pijar telah menjadi komponen penting
dalam penerangan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Lampu memberikan
manfaat yang sangat besar dalam kehidupan manusia yaitu sebagai sumber penerangan,dan
membantu jalannya aktifitas masyarakat
khususnya pada malam hari.
Melihat peranan lampu sangat penting, banyak industri-industri memproduksi
berbagai macam produk lampu pijar. Dengan menjamurnya perusahaan-perusahaan
industi-industri lampu pijar, ini menendakan persaingan di dunia bisnis semakin
sengit. Masing-masing perusahaan dituntut tidak hanya memproduksi, namun juga
memiliki pemahaman tentang pola pikir masyarakat dalam penetapan pilihan
terhadap pembelian dan pemakaian produk lampu pijar.
Seiring dengan kemajuan zaman, saat ini sudah banyak produk bola lampu
yang menawarkan berbagai merek, dengan berbagai kecanggihan, kualitas, dan
harga yang bervariasi. Setiap merek dari produk lampu pijar pun sekarang telah
menawarkan berbagai macam fitur, jenis, dan lain sebagainya untuk menunjang
produk itu sendiri. Dalam pemilihan pemakaian lampu pijar, biasanya para
konsumen mempertimbangkan berbagai
faktor, seperti merek, harga, desain atau bentuk, kualitas produk, pelayanan,
dsb.
Konsumen sendiri terkadang memiliki selera yang tetap, namun dapat juga
berubah-ubah dalam menetapkan pilihan dalam pemakaian produk yang menjadi
kebutuhannya. Berdasarkan dari uraian diatas maka akan dikaji dalam bentukKarya Ilmiah dengan judul: “ Analisis Pengaruh Merek, Kualitas, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Bola Lampu/Lampu Pijar (studi kasus masyarakat Desa Taba Teret, Kec.Taba
Penanjung, Kab.Bengkulu Tengah, Prov. Bengkulu)”.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat
diteliti dalam penelitian adalah :
1.
Adakah pengaruh merek
terhadap keputusan pembelian bola lampu/lampu pijar?
2.
Adakah pengaruh
kualitas terhadap keputusan pembelian bola lampu/lampu pijar?
D. METODE PENELITIAN
1.
Kerangka Konseptual Penelitian
Sapto Haryoko dalam Iskandar (2008: 54) menjelaskan secara teoritis model
konseptual variabel-variabel penelitian, tentang bagaimana pertautan
teori-teori yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin
diteliti, yaitu variabel bebas dengan variabel terikat
|
MerekProduk (X1)
|
|
KeputusanPembelian
(Y)
|
|
KualitasProduk
(X2)
|
|
HargaProduk (X3)
|
2.
Defenisi Operasional
a.
Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencana, pelaksanaan serta
kontrol program-program yang telah direncanakan dalam hubungannya dengan
pertukaran-pertukaran yang diinginkan terhadap konsumen yang dituju untuk
memperoleh keuntungan pribadi maupun bersama (Lupiyo Adi, 2006:6).
b.
Merek Produk
Adalah suatu tanda yang berupa gambar, nama, huruf, angka, susunan warna
atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memilii daya pembeda dan
digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
c.
Kualitas Produk
menurut ISO-8402 (Loh,2001 :35), kualitas adalah totalitas fasilitas dan
karakteristik dari produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan, tersurat maupun
tersirat.
d.
Harga Produk
Harga merupakan suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau
barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang dan jasa bagi
seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
e.
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian konsumen merupakan sebuah keputusan konsumen mengenai
preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan (Kotler dan
Keler, 2009: 188).
E. HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Profil
Responden
Responden
dalam penelitiaan ini adalah masyarakat yang menggunakan lampu pijar. Profil
umum dari responden tersebut dapat dilihat pada bagian berikut :
a.
Pekerjaan
Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai pekerjaan dari responden, yang
dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut :
Tabel1.Responden Berdasarkan Pekerjaan
|
Pekerjaan
|
Jumlah
|
Persen
(%)
|
|
PNS
Wiraswasta
Petani
Tidak
Bekerja
Total
|
32
81
63
34
210
|
15.2
38.6
30.0
16.2
100.0
|
Dari
tabel 1 diketahui bahwa responden dengan pekerjaan Wiraswasta mendominasi
dengan jumlah 81 orang (38.6%), responden yang bekerja sebagai PNS sebanyak 32
orang (15.32%), responden yang bekerja sebagai Petani sebanyak 63 orang
(30.0%), dan responden yang belum/tidak bekerja sebanyak 34 orang (16.2%).
b.
Jenis Kelamin
Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai jenis kelamin dari responden,
yang dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut :
Tabel
2. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
|
Jenis
kelamin
|
Jumlah
|
Persen
( % )
|
|
Laki-laki
Perempuan
Total
|
144
66
210
|
68.6
31.4
100.0
|
Tabel
2 menunjukkan responden dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu
berjumlah 144 orang (68.6%), dan responden dengan jenis kelamin perempuan
sebanyak 66 orang (31.4%)
c.
Usia
Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai jenis usia dari responden, yang
dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut :
Tabel
3. Responden Berdasarkan Usia
|
Usia
|
Jumlah
|
Persen
(%)
|
|
|
18-22
tahun
23-27
tahun
>27
tahun
Total
|
72
52
86
210
|
34.3
24.8
41.10
100.0
|
|
Tabel
3 menunjukkan bahwa responden berusia >27 Tahun lebih mendominasi yaitu
sebanyak 86 orang dengan persentase (41.10%), responden berusia 23-27 Tahun
sebanyak 52 orang dengan persentase (24.8%), dan responden berusia 18-22 Tahun
sebanyak 72 orang dengan persentase (34.3%).
d.
Penghasilan
Berdasarkan
peneliitian, diperoleh gambaran mengenai besaran jumlah penghasilan para
responden, yang dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut :
Tabel
4. Reponden Berdasarkan Penghasilan
|
Penghasilan
|
Jumlah
|
Persen
(%)
|
|
Rp500.000-Rp1.500.000
Rp1.600.000-Rp2.600.000
>Rp2.700.000
Total
|
138
45
27
210
|
65.7
21.4
12.9
100.0
|
Tabel
4 menunjukkan responden berpenghasilan Rp500.000-Rp1.500.000 mendominasi yaitu
sebanyak 138 orang dengan persentase (65.7%), selanjutnya responden dengan
penghasilan Rp.1.600.000-Rp.2.600.000
sebanyak 45 orang dengan persentase (21.4%), dan responden berpenghasilan
>Rp.2.700.000 hanya 27 orang dengan persentase (12.9%).
e.
Merek Lampu Yang Digunakan
Dari
hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai merek lampu apa saja yang
digunakan responden yang dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut :
Tabel
5.Responden Berdasarkan Merek Lampu Yang
Digunakan
|
Merek
Lampu
|
Jumlah
|
Persen
(%)
|
|
Philips
Hannochs
Panasonic
Shinyoku
Broco
Surya
Chiyoda
Dop
Total
|
62
64
36
12
14
14
2
6
210
|
29.5
30.5
17.1
5.7
6.7
6.7
1.0
2.9
100.0
|
Tabel
5 menunjukkan bahwa responden yang memilih menggunakan lampu pijar dengan merek
Hannochs lebih banyak yaitu dengan jumlah 64 orang (30.5%), merek philips
sebanyak 62 orang (29.5%), panasonic sebanyak 36 orang (17.1%), shinyoku
sebanyak 12 orang (5.7%), broco sebanyak 14 orang (6.7%), surya sebanyak 14
orang (6.7%), chiyoda sebanyak 2 orang (1.0%), dan responden yang memilih
menggunakan lampu pijar merek DOP sebanyak 6 orang (2.9%).
f.
Jenis Lampu
Dari
hasil penelitian, diperoleh gambaran mengenai jenis lampu apa saja yang dipilih
atau digunakan responden, dan dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut :
Tabel
6. Responden Berdasarkan Jenis Lampu Yang
Digunakan
|
Jenis
Lampu
|
Jumlah
|
Persen
(%)
|
|
Spiral
(Ulir)
Essential
(jari)
LED
Bohlam
Total
|
54
72
70
14
210
|
25.7
34.3
33.3
6.7
100.0
|
Tabel
6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih menggunakan lampu pijar
Essential (jari) sebanyak 72 orang (34.3%), responden yang menggunakan lampu
pijar jenis LED sebanyak 70 orang (33.3%), responden yang menggunakan lampu
pijar jenis spiral (ulir) sebanyak 54 orang (25.7%), sedangkan responden yang
memilih menggunakan lampu pijar jenis Bohlam hanya 14 orang (6.7%).
2.
Analisis
Data
a.
Uji
Validitas
Menurut
Azwar (1986), uji validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan
suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Suatu
skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi
apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurannya, atau memberikan hasil
ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangka tes
yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan
tujuan pengukuran.
Dalam
penelitian kali ini, adapun keseluruhan variabel yang akan diuji dalam uji
validitas ini, memuat 6 pertanyaan dan 15 pernyataan hang harus dijawab oleh
masing-masing responden.
Dari
hasil olah data diperoleh hasil yang terangkum dibawah ini :
1)
Uji Validitas Mengenai
merek Produk
Tabel
7. Hasil Pengukuran Pada Pernyataan
Mengenai Merek Produk (X1)
|
Indikator
|
Correced
Item-Total Correlation
|
Keterangan
|
|
Kualitas Produk
-Indikator 1
-Indikator
2
|
0.715
0.715
|
Valid
Valid
|
Hasil
dari pada tabel 7 menunjukkan bahwa semua butir pernyataan mengenai merek
produk (X1) yang sebanyak 2 indikator adalah valid karena menunjukkan nilai
lebih dari 0.25, artinya semua butir pernyataan dapat digunakan sebagai
instumen penelitian.
2)
Uji Validitas Mengenai
Kualitas Produk
Tabel
8. Hasil Pengukuran Pada Pernyataan
Mengenai Kualitas Produk (X2)
|
Indikator
|
Correced
Item-Total Correlation
|
Keterangan
|
|
Kualitas Produk
-Indikator 1
-Indikator
2
-Indikator
3
-Indikator
4
-Indikator
5
-Indikator
6
|
0.425
0.554
0.577
0.502
0.537
0.628
|
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
|
Hasil
pada tebel 4 menunjukkan bahwa semua butir pernyataan mengenai kualitas produk
(X2) yang sebanya 5 indikator adalh valid karena menunjukkan nilai lebih dari
0.25, artinya semua butir pernyataan dapat digunakan sebagai instrumen
penelitian.
3)
Uji Validitas Mengenai
Harga Produk
Tabel
9. Hasil Pengukuran Pada Pernyataan
Mengenai Harga Produk (X3)
|
Indikator
|
Correced
Item-Total orrelation
|
Keterangan
|
|
Harga Produk
-Indikator 1
-Indikator
2
-Indikator
3
|
0.441
0.551
0.407
|
Valid
Valid
Valid
|
Hasil
pada tabel 9 menunjukkan bahwa semua butir pernyataan mengenai harga produk
(X3) yang sebanyak 3 indikator adalah valid karena menunjukkan nilai lebih dari
0.25, artinya semua butir pernyataan dapat digunakan sebagai instrumen
penelitian.
4)
Uji Validitas Mengenai
Keputusan Pembelian
Tabel
10. Hasil Pengukuran Pada Pernyataan
Mengenai Keputusan Pembelian
|
Indikator
|
Correced
Item-Total Correlation
|
Keterangan
|
|
Keputusan Pembelian
-Indikator
1
-Indikator
2
|
0.652
0.681
|
Valid
Valid
|
b.
Uji
Reliabilitas
Menurut
Masri Singarimbun, uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana
suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat ukur
dipakai dua kali untuk mrngukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang
diperoleh relative konsisten, maka alat pengukur tersebut reliable. Dengan kata
lain, reliabilitas menunjukkan konsestensi suatu alat pengukur di dalam
pengukur gejala yang sama.
Perhitungan
Alpha Cronbach dapat menggunakan alat bantu program komputer yaitu SPSSVersi 16
dengan menggunakan model Alpha. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai
Alpha lebih besar dari 0,600 (Ghozali, 2009).
Hasil
uji reliabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tebel 10 dibawah ini.
Tabel
11. Hasil Uji Reliabilitas
|
Variabel
|
Cronbach
Alpha
|
Keterangan
|
|
Merek
(X1)
Kualitas
(X2)
Harga
(X3)
Keputusan
Pembelian (Y)
|
0.834
0.723
0.650
0.789
|
Reliabel
Reliabel
Reliabel
Reliabel
|
Hasil
tersebut menunjukkan behwa semua variabel mempunyai Cronbach Alpha yang cukup
besar yaitu diatas 0.50 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur
masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel, sehingga untuk
selanjutnya masing-masing item per- variabel tersebut layak digunakan sebagai alat
ukur.
c.
Uji
Regresi
Uji
regresi adalah suatu metode analisis statistik yang digunakan untuk melihat
pengaruh antara dua atau lebih variabel. Hubungan variabel tersebut bersifat
fungsianal yang diwujudkan dalam suatu model matematis.
Dalam
persamaan regresi ini, variabel dependennya adalah keputusan pembelian bola
lampu/lampu pijar, sedangkan variabel independennya adalah merek produk,
kualitas produk, dan harga produk.
Tabel 12. Model Summarry Merek Produk, Kualitas
Produk, Dan Harga Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Model Summary
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the
Estimate
|
|
1
|
.716a
|
.513
|
.506
|
.52370
|
Tabel 12 menyatakan bahwa
variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya mampu mewakili 51 %
dari faktor-faktor lain yang mempengaruhi loyalitas pelanggan.
Tabel 12.Anova Merek, Kualitas, Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian
ANOVAb
|
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
|
Regression
|
59.597
|
3
|
19.866
|
72.433
|
.000a
|
|
Residual
|
56.498
|
206
|
.274
|
|
|
|
|
Total
|
116.095
|
209
|
|
|
|
|
Tabel 13.Koefisien Merek Produk, Kualitas Prouk, Dan Harga Produk Terhadap
Keputusan Pembelian
|
Koefisien
|
Sig.
|
|
Merek (X1)
Kualitas (X2)
Harga (X3)
|
.181
.000
.633
|
Berdasarkan model penelitian
Keputusan pembelian dengan menggunakan uji regresi serta hasil perhitungan
diketahui bahwa variabel kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap
keputusan pembelian pelanggan adalah sebesar 0.000 sedangkan untuk variabel
selanjutnya yaitu merek produk dan harga
produk hanya mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan yaitu merek sebesar
0.181, dan harga sebesar 0.633.
F.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai bertikut :
a.
Berdasarkan uji
validitas variabel merek, kualitas, dan harga memiliki nilai yang valid yaitu
diatas 0.25 dan berdasarkan uji
reliabilitas semua variabel juga memiliki nilai yang reliabel yaitu diatas 0.50
b.
Berdasarkan uji
Regresi, kualitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
yaitu 0.000. Sedangkan variabel bebas yang lain hanya mempengaruhi terhadap
keputusan pembelian.
c.
Nilai Rsquare dalam
penelitian ini adalah sebesar 0.513. Hal ini berarti 51% variasi dari keputusan
pembelian dijelaskan oleh ketiga variabel bebas, sedangkan 49% dijelaskan oleh
faktor-faktor lain diluar penelitian.
G. SARAN
Sesuai dengan hasil penelitian ini, maka perusahaan harus meningkatkan
kualitas produknya untuk menjaga eksistensi produknya ditengah-tengah persaingan pasar yang semakin
kuat.
Pihak penjual pun harus dapat menyediakan produk yang berkualitas tinggi,
yang bisa dihandalkan dan sesuai dengan keinginan dari masing-masing konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Muhammad Luthfi. 2007.
Pengaruh Harga, Citra Merek,
Kualitas Produk, Dan Promosi Terhadap Keputusan
Pembelian Iphone Di Kota Semarang.
Semarang.
Kurniasari, Nova Adhita. 2013. Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Dan Kualitas
Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian. Semarang
Pahlepi, Rezah. 2014. Pengaruh
Kepuasan, Kepercayaan, Dan Harga
Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Green
Product. Bengkulu
Paramitha, Mariska Deasy. 2015. Analisis
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian. Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar