Entri yang Diunggulkan

Kamis, 09 April 2020

Sejarah Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu


Sejarah Desa Sungai Petai


            Pada Tahun 1928 banyak pedatang dari Desa Lubuk Ngantungan yakni ada beberapa Jungku, adapun Jungku tersebut adalah Jungku Rajo Perana, Jungku Melecincingan, Jungku Rajo Bujang.
            Ada seorang yang membuat ladang padi yang bernama Bedarawan, diladang tersebut terdapat pohon petai yang besar dan dibawah pohon petai tersebut terdapat satu aliran sungai. Maka dinamakanlah tempat itu Sungai Petai. Pada tahun 1931 wilayah Desa Sungai Petai menginduk ke Depati Lubuk Ngantungan sampai dengan tahun 1933, Akhirnya pertambahan penduduk makin bertambah sehingga menjadi sebuah desa Yaitu Desa Sungai Petai. Yang dipimpin oleh Seorang Pengawo yang merupakan wakil Repati yang bernama Bedarawan.
            Pada tahun 1934 ditunjuk oleh penduduk Dusun sungai Petai sebagai Repati Bedarawan sampai dengan tahun 1955 dan menjadi sebagai Repati terbaik sehingga mendapat bintang penghargaan dari Pemerintah pada Zaman Belanda. Selanjutnya pada tahun 1935 dilimpahkan Jabatannya sebagai Depati kepada anaknya yang bernama Ali Musir. Masyarakat Sungai Petai dibebani Pajak Marga yang tinggi dan Pajak Gotong - Royong. Masa jabatan Repati selanjutnya dipangku oleh Amadri dari tahun 1945-1960. Masa kepemimpinan Amadri terdirilah Sekolah SR yang terletak di Desa Sungai Petai, Repati selanjutnya adalah Karim selama 10 tahun, Darwis 5 tahun, Senakis 6 tahun, Anapin 4 tahun, Runip 6 tahun.
            Pada tahun 1979 Marga Ulu Talo berubah menjadi Kecamatan Talo Kabupaten Bengkulu Selatan yang dipimpin oleh Pelimpahan tugas Kades yang bernama Surkawi. Pada tahun 1981 diadakan pemilihan Kades dengan 1 orang calon Kepala Desa yaitu Surkawi dengan lawan tabung kosong dan terpilih Surkawi. KepemimpinanKepala Desa Surkawi desa Sungai Petai dapat bantuan Balai Desa dan Pembuatan jalan dari desa Napalan ke desa Sungai Petai dal lama kepemimpinan surkawi selama 12 tahun,
            Pada tahun 1995 diadakan pemilihan Kepala Desa dengan satu Calon yaitu Warmin B dengan lawan Tabung Kosong, dimenangkan oleh Wamin B. Pada tahun 1999 masa jabatan Wamin B berakhir pada tahun 1999 masa jabatan Wamin B berakhir dan digantikan oleh PJS Solihin selama 6 tahun. Pada tahun 2006 diadakan Pemilihan Kepala Desa dengan 3 orang calon yaitu, Rafles, Solihin, Jahirin dan dimenangkan oleh jahirin. Pada tahun 2008 Kades Jahirin mengundurkan diri dan dilimpahkan kepada Suhandi sebagai Pelimpahan Tugas (PKT) selama 6 bulan pada tahun 2010 ddiadakan pemilihan Kepala desa dengan 2 orang calon yaitu Rohomin dan Subandi dan dimenagkan oleh Rohimin sampai dengan sekarang  

Tidak ada komentar: